Keuntungan
Gini Cara Pendaftarannya :Waktu Pendaftaran: 4 November 2009 s/d 18 Desember 2009
Biaya PendaftaranIPA/IPS Rp 25.000
Agenda Acara08.00 s/d 08.30 WIB = Persiapan Info lengkap juga bisa di dapat di www.simakui.net |
Sunday, December 6, 2009
Try Out SIMAKUI 2010
Ayo Ikuti SuperTryout SIMAK UI 2010
Sudah saatnya kamu lebih mempersiapkan diri kamu menghadapi SIMAK UI 2010. Akan tetapi bagaimana peluang kamu menghadapinya? Untuk itu ikutilah SuperTryout SIMAK UI 2010..! Jangan tunggu sampai SIMAK UI dan kamu tidak tahu peluang kamu. Melalui Tryout kami tahu kemampuan kamu sampai dimana dan bagaimana menghadapi SIMAK UI 2010 yang sebenarnya!
Waktu Tryout : Minggu, 20 Desember 2009
Tempat : Gedung Makara Ganesha*, Ruko Sentra Eropa D43 - 45 ,Kota Wisata, Cibubur
Telp. (021) 84932819 - 20 / 37174099 - 98 / 95657099
Saturday, November 17, 2007
Jakarta, Kota Kotak Pandora?
Bayangkanlah, ternyata saya tinggal di sebuah kota metropolitan yang rentan terkena serangan musibah yang bertubi-tubi, yaitu sebuah kota yang berada di ujung kiri atas peta pulau Jawa, biasa disebut ” Jakarta” (katanya sih kota ini termasuk salah satu daerah yang sarat dengan nilai budaya, tapi hal ini tak terlalu penting). Bayangan akan kengerian ini muncul setelah saya mengikuti Bedah Buku ”Jakarta Recovery” bertempat di salah satu ruangan di Fakultas Hukum UI. Salah satu pembicara, Dr. Firdaus Ali, tokoh utama yang memunculkan kengerian Saya tersebut. Ada beberapa ”rahasia” yang belum pernah saya dengar yang baru didapatkan melalui penuturan bapak Firdaus itu. Hal tersebut bisa saya paparkan di sini
Pertama, ternyata aktivitas menyedot air tanah itu sangat berbahaya, secara sekitar 60 persen penduduk Jakarta melakukan hal itu. Penyedotan air tanah adalah perilaku massal yang menyimpan bahaya. Karena ketika air tanah disedot keluar artinya menyisakan ruang kosong di dalam tanah. Pada saat ini kekosongan ruang tersebut (yang tadinya diisi oleh air) telah membuat permukaan tanah di DKI Jakarta turun sebesar 8 cm (atau 80 cm) per tahun. Di sisi lain permukaan air laut justru naik yang mengakibatkan intrusi air laut semakin tak terbendung. Efek buruknya apa?? Pada acara bedah buku tersebut Pak Firdaus Ali menyinggung bahwa ketersediaan air bersih alami akan berkurang. Efek ini akan dirasakan dalam waktu dekat apabila tidak segera diambil tindakan demi mencegah penurunan tanah lebih parah lagi.
Kedua, ternyata dunia sudah memiliki teknologi canggih bernama Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT). Konon apabila konsep yang ditawarkan Pak Firdaus jadi diimplementasikan di kota Jakarta, maka Jakarta menjadi kota pertama di dunia yang memanfaatkan teknologi tunnel yang riil multi purpose. Dari aspek teknis (engineering) warga Jakarta boleh sedikit bersenang karena ternyata ada teknologi yang dipercaya dapat mengeluarkan warga jakarta dari ”kutukan” banjir. Namun penerapan teknologi canggih ternyata membutuhkan kesiapan sisi non-engineering dari calon penggunanya. Dalam hal ini faktor non-engineering itu adalah berupa: kedisiplinan, tanggung jawab, dan mungkin juga sense kepada kebersihan. Analogi sederhananya seperti ini: air yang mengalir di sungai pasti akan selalu meluap karena alirannya terhambat sampah-sampah. Kedisiplinan orang-orang untuk membuang sampah di tempat yang tepat dan tanggung jawab menjaga kebersihan dari diri sendiri menjadi beberapa hal remeh temeh yang mutlak diperhatikan dan dilaksanakan. Ketiadaan kesiapan pada faktor non-engineering ini pada akhirnya dapat menjadi batu sandungan dalam pemanfaatan teknologi MPDT, selain karena pertanyaan ”Apakah budaya masyarakatnya sudah siap menerima teknologi yang sangat tinggi?” merupakan hal yang lumrah untuk muncul atau diangkat ke permukaan.
Kota Jakarta bagaikan kota kotak pandora. Ketika masalah-masalah yang mendera dicoba untuk diselesaikan hingga tuntas, permasalahan lainnya muncul dan mau tak mau juga harus dipikirkan penyelesaiannya. Namun Saya pikir berbagai kerusakan yang ada jangan sampai membuat kita pesimis atas kemungkinan membaiknya kondisi ini. Masalah harus diselesaikan. Mengutip Pak Prof Benny H Hoed, fokus penyelesaian masalah haruslah ditujukan pada unsur manusia, warga Jakarta. Budaya negatif sehari-hari yang mendegradasi kualitas lingkungan harus dikikis (kalau bisa dihilangkan). Semua komponen pemerintah daerah mutlak harus proaktif mencari penyelesaian atas masalah utama kota ini. Terbukti kebijakan-kebijakan kuno dan materialis (cenderung fokus ke materi atau benda mati) tidak pernah berhasil menghilangkan masalah.